Kamis, 31 Mei 2012

OBYEK WISATA SENDANG KEYONGAN



Sendang keyongan terletak di Desa penganten, kecamatan klambu + 17 km ke arah barat laut dari kota purwodadi.
LEGENDA SENDANG KEYONGAN
Alkisah adalah R. Pronocitro putra sunan katong ingin mengabdi dan sekaligus menuntut ilmu kepada sunan mukmin prawoto. sunan mukmin prawoto mempunyai putri. Roro mendut namanya banyak sekali pemuda yang ingin menyuntingnya, tetapi tidak ada yang berkenan di hati roro mendut.
            Dengan datangya R.Pronocitro tertambatlah hati Roro Mendut kepadanya. begitu pula perasaan yang melanda hati R.Pronocitro, sehingga jadilah kedua sejoli tersebut memadu kasih dengan sembunyi-sembunyi karena sunan prawoto tidak menyutujui cinta kasih anaknya dengan R. Pronocitro hanyalah seorang abdi sehingga tidak pantas apabila menjadi suami Roro Mendut. Meskipun dilarang dengan keras oleh Sunan Prawoto, namun tidak mengoyahkan hubungan cinta kasih dua anak manusia yang sedang di landa asmara tersebut. berbagai cara di tempuh oleh keduanya untuk bisa saling berbagi rasa suka maupun duka.
            Suatu saat timbul kerinduan hati R.Pronocitro pada kedua orang tuanya. untuk itu R. Pronocitro meminta ijin kepada sunan Prawoto menengok orang tuanya. dengan senang hati sunan prawoto memberi ijin, karena mungkin dengan cara ini ia dapat memisahkan hubungan cinta kasih putrinya dengan R.Pronocitro. Ternyata dugaan sunan Prawoto jauh meleset, karena diam-diam Roro Mendut dan R.Pronocitro punya rencana untuk pulang ke katong bersama-sama.
            Di tengah perjalanan, R.Pronocitro dan Roro Mendut sepakat untuk mengukuhkan cinta mereka menjadi suami istri. Tempat keduanya melangsungkan pernikahan di sebut Desa penganten.
            Akhirnya, R.Pronocitro dan Roro Mendut sepakat untuk menetap di Desa tersebut. Suatu saat R.Pronocitro berkeinginan untuk membuat tempat ibadah, namun di Desa tersebut sulit mendapatkan sumber air guna bersuci ,tiba-tiba R.Pronocitro berfikir untuk mendapatkan sumber air, tiba-tiba R.Pronocitro melihat ada seekor siput merambat pada batang pohon. timbul pemikiran apabila ada siput tentu di sekitar sini ada airnya R.Pronocitro kemudian menancapkan tongkat saktinya ke tanah. ketika tongkatnya di angkat keluarlah sumber air yang kemudian membentuk sendang, sehingga dinamakan sendang keyongan.
            Kepergian Roro Mendun dan R.Pronocitro membuat sunan mukmin prawoto menjadi berang. maka di kerahkan orang-orangnya untuk mencari anaknya dan membawa kembali ke prawoto.
            Sampailah berita kepada sunan mukmin prawoto bahwa anaknya telah menikah dengan R.Pronocitro. namun Sunan Mukmin tidak mau tau Roro Mendut harus kembali kepada orang tuanya maka diutus lah berapa orang untuk menjemput Roro Mendut ke Desa Penganten. tentu saja Roro Mendut menolak untuk kembali kepada orang tuanya.
            Namun utusan sunan mukmin prawoto terus memaksa karena dia sudah berjanji untuk mendapatkan roro mendut kembali ke pangkuan ayahnya. karena terus di paksa R.Pronocitro menjadi marah sehingga terjadilah perkelahian atara R.Pronocitro dengan utusan sunan mukmin prawoto. sayang dalam perkelahian tersebut R.Pronocitro tertusuk keris dan menemui ajalnya, mendengar suaminya meninggal Roro Mendut ikut bunuh diri dengan menggunakan keris juga karena mereka berdua sudah berjanji untuk sehidup semati.

1 komentar:

  1. critanya agak dinggegetkan dikit,kang.soalnya disitu ada pesigit kaleee

    BalasHapus